Cegah Pemberontakan Robot di Masa Depan, Google Gandeng OpenAI

Berbekal kecerdasan robot di masa yang akan datang punya potensi melakukan pemberontakan

Bagi Anda penggemar film robot, tak aneh bila kemudian berpandangan robot-robot yang semula selalu menjadi penurut terhadap pemiliknya kemudian berubah menjadi pemberontak. Beberapa film seperti Pacific Rim, Chappie  atau Transformers kerap menghadirkan kondisi tersebut dalam alur filmnya. Jadi, bukan sesuatu yang salah jika ada bayangan hal tersebut akan terjadi di dunia nyata. Apalagi perkembangan robot semakin hari semakin terasa.

Membahas tentang robot yang dibekali dengan kecerdasan buatan, pasti kerap memunculkan ketakutan kita bagaimana AI memiliki potensi untuk menyebabkan robot di masa mendatang melakukan pemberontakan. Kurang lebih terlihat seperti di beberapa film di atas. Namun, dalam beberapa kasus kecerdasan buatan dapat mengalahkan Anda dalam sebuah permainan game, yang pada dasarnya dibuat dengan AI.

Sejauh ini belum ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Meski ketakutan akan kejadian tersebut muncul secara nyata, selalu datang.

Nah, hal terbaiknya adalah melakukan tindakan preventif. Bukankah mencegah daripada mengobati? Itu pula yang  kemudian coba dilakukan oleh Google dan OpenAI.

Seperti berita yang dilansir Engadget beberapa hari lalu, kedua perusahaan ini telah merilis sebuah artikel penelitian. Dalam risetnya tersebut kedua perusahaan teknologi raksasa tersebut telah mengemukakan metode pembelajaran mesin baru yang memerlukan isyarat dari manusia, sebagai lawan untuk membiarkan mereka berpikir sendiri yang terkadang dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Salah satunya lewat artikel yang coba menguraikan bagaimana penyebab-penyebab masalah utama yang terlibat dalam AI  adalah ketika mengetahui bahwa kecurangan terkadang bisa menjadi cara yang paling efisien untuk mencapai reward maksimum, itulah yang terjadi ketika OpenAI mencoba membuat AI bermain game, di mana AI ditipu dengan mencetak poin dengan berkeliling di seputar lawan untuk menyelesaikan permainan.

Jadi dengan menggunakan isyarat reward dari manusia, berlawanan dengan sistem reward otomatis selama tujuan tercapai, masa depan AI akhirnya bisa sampai pada titik di mana ia dapat berperilaku dengan cara yang sesuai dengan tujuan sambil memuaskan preferensi kita sebagai manusia. Namun ada kelemahan dari metode ini, yakni bahwa hal itu memerlukan banyak feedback dari manusia yang mungkin belum ideal atau efisien.

Mudah-mudan kerja keras dari Google dan OpenAI akan membawa hasil positif dan mampu meredam ketakutan masyarakat akan tindakan robot yang memberontak di kemudian hari!

Baca Juga :

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *